BANDUNG, hu-pakuan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan seluruh warga yang terdampak kebakaran di Gang Misbach, Jalan Babakan Ciparay, RT 06 RW 02, Kelurahan Sukahaji, akan memperoleh bantuan selama masa pemulihan. Selain memenuhi kebutuhan dasar para korban, pemerintah juga menyiapkan dukungan perbaikan rumah melalui sejumlah program dan kolaborasi lintas lembaga.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat meninjau langsung lokasi kebakaran, Jumat, 17 Juli 2026. Dalam kunjungan itu, ia melihat kondisi warga terdampak sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik.
Erwin mengaku prihatin atas musibah yang menimpa warga. Ia juga menerima laporan bahwa terdapat seorang korban yang mengalami luka bakar cukup serius dan saat ini masih menjalani perawatan medis.
"Atas nama Pemerintah Kota Bandung, kami turut prihatin atas musibah yang menimpa warga di Babakan Ciparay ini. Tadi kami juga mendapat informasi ada satu korban yang mengalami luka bakar sekitar 70 persen. Insyaallah kalau ada waktu saya juga akan menjenguk korban," ujar Erwin.
Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran menghanguskan lima rumah yang dihuni oleh tujuh kepala keluarga. Pemerintah Kota Bandung langsung mengoordinasikan penanganan bersama perangkat daerah agar para korban memperoleh bantuan secepat mungkin.
Menurut Erwin, Dinas Sosial akan memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak selama masa tanggap darurat sehingga para korban dapat tetap menjalani aktivitas sehari-hari sambil menunggu proses pemulihan.
"Insyaallah melalui Dinas Sosial, warga yang terdampak akan kami bantu untuk memenuhi kebutuhan selama kurang lebih satu bulan," katanya.
Selain bantuan logistik, Pemkot Bandung juga menyiapkan langkah rehabilitasi tempat tinggal warga. Pemerintah akan mengoptimalkan Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang dikelola Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).
Tidak hanya itu, Pemkot Bandung juga akan menggandeng Baznas serta perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mempercepat pembangunan kembali rumah warga yang terdampak.
"Kemudian untuk pembangunan rumah, insyaallah akan dibantu melalui program Rutilahu dari DPKP. Selain itu kami juga akan berkoordinasi dengan Baznas dan mitra CSR agar dapat membantu warga yang terdampak," ujarnya.
Erwin mengatakan, perhatian pemerintah tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis para korban. Menurutnya, warga masih mengalami trauma akibat musibah tersebut, terlebih adanya korban yang mengalami luka bakar berat.
Karena itu, Pemkot Bandung akan terus melakukan pendampingan melalui koordinasi dengan pemerintah kewilayahan hingga seluruh proses penanganan pascakebakaran berjalan dengan baik.
"Insyaallah Pemerintah Kota Bandung akan hadir untuk warga yang sedang mengalami musibah seperti ini," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Erwin juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan tabung gas LPG 3 kilogram. Ia mengimbau warga untuk selalu memastikan kondisi tabung, regulator, selang, serta instalasi gas dalam keadaan aman sebelum digunakan.
Menurutnya, kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya kebakaran di kawasan permukiman.
"Tabung gas 3 kilogram ini sudah beberapa kali kejadian (salah satu pemicu kebakaran). Jadi tolong waspadalah terkait gas 3 kilogram ini, diperiksa dengan benar," imbau Erwin.
Pemkot Bandung menegaskan akan terus mengawal proses pemulihan warga terdampak hingga mereka dapat kembali menempati rumah dengan aman. Sinergi antara pemerintah, Baznas, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat rehabilitasi pascakebakaran sekaligus memberikan rasa aman bagi para korban untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari.
Editor: Rizki